Thursday, April 24, 2014

Candi Prambanan



Candi Roro Jonggrang yang sering disebut Candi Prambanan terletak di perbatasan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Jawa Tengah. Kurang lebih 17 Km ke arah timur dari kota Yogyakarta atau kurang lebih 53 Km sebelah barat Solo. Komplek Percandian Prambanan ini masuk kedalam 2 wilayah yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian timur masuk wilaya propinsi Jawa Tengah. Percandian Prambanan berdiri disebelah Timur sungai Opak kurang lebih 200 m sebelah utara Jl. Raya Yogya-Solo.

a.      Asal Usul Nama
   Gugusan nama candi ini dinamakan “PRAMBANAN” karena terletak di daerah Prambanan. Nama “LORO JONGGRANG” berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang Jonggrang / Gadis Jangkung Putri Prabu Boko.

b.      Sejarah
   Candi Prambanan adalah kelompok percandian Hindu yang dibangun oleh raja – raja dinasti Sanjaya pada abad IX. Diketemukannya nama pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka tahun 865 M “Prasasti Siwargrha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke Jawa Timur berakibat tidak terawatnya candi – candi di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa meletusnya Gunung Berapi menjadikan candi Prambanan runtuh tinggal puing – puing. Itulah keadaan pada saat penemuan candi prambanan.
-          Deskripsi Bangunan
                                    Komplek percandian prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke arah dalam makin tinggi letaknya. Berturut – turut luasnya : 390 m2, 222 m2 dan 110 m2. Di dalam latar tengah terdapat reruntuhan candi – candi perwara, latar bawah tak berisi apapun. Apabila seluruhnya telah selesai di pugar maka akan ada 224 candi yang ukurannya semua sama yaitu luas dasar 6 m2 dan tingginya 14m.


-          Bagian – bagian Candi
o        Candi Siwa
Candi dengan luas dasar 34 m2 dan tinggi 47 m adalah yang terbesar dan terpenting. Dinamakan “Candi Siwa” karena di dalamnya terdapat arca siwa mahadewa yang merupakan arca terbesar. Bangunan ini di bagi atas 3 bagian secara vertikal kaki, tubuh, kepala / atap. Kaki candi menggambarkan “dunia bawah” tempat manusia yang masih diliputi hawa nafsu. Tubuh candi menggambarkan “dunia tengah” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawian dan atap / kepala melukiskan “dunia atas” tempat para dewa.Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief cerita Ramayana yang dapat di ikuti dengan cara “pradaksina” (berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama.
-          Arca Siwa Mahadewa
           Menurut ajaran Trimurti – Hindu yang paling dihormati adalah Dewa Brahma sebagai pencipta alam, Dewa Wisnu sebagai pemelihara dan Dewa Siwa sebagai perusak alam. Di Jawa ia dianggap tertinggi karena ada yang menghormati sebagai mahadewa.

-       Arca Siwa Mahaguru
Arca ini berwujud seorang tua berjenggot yang berdiri dengan perut gendut. Arca ini menggambarkan seorang pendeta alam dalam istana Raja Balitung sekaligus seorang penasehat dan guru.

-               Arca Ganesha
Arca ini berwujud manusia berkepala gajah bertangan 4 yang sedang duduk dengan perut gendut. Tangan – tangan depannya memegang tasbih dan kampak, sedangkan tangan – tangan belakangnya memegang patahan gadingnya sendiri dan sebuah mangkuk. Ujung belalainya dimasukkan ke dalam mangkuk yang menggambarkan bahwa ia tak pernah puas meneguk ilmu pengetahuan.

-            Arca Durga / Loro Jonggrang
Arca ini berwujud seorang wanita bertangan 8 yang memegang beraneka macam senjata. Menurut Mitilogi ia tercipta dari lidah api yang keluar dari tubuh para dewa. Arca ini menggambarkan permaisuru Raja Balitung.
o      Candi Brahma
                                 Luas dasarnya 20 m2 dan tingginya 37 m. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada berdirilah arca Brahmana berkepala 4 dan berlengan 4 salah satu tangannya memegang tasbih yang satunya memegang “kamandalu” tempat air. Keempat wajahnya menggambarkan kitab weda masing – masing menghadapa ke empat mata angin. Sebagai pencipta ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air tasbih menggambarkan waktu.
o Candi Wisnu
Bentuk, ukuran relief dan hiasan dinding luarnya sama dengan candi Brahma. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada berdirilah arca wisnu bertangan 4 yang memegang gada, cakra, tiram.
o   Candi Nandi
                            Luas dasarnya 15 m2 dan tingginya 25 m di dalam satu – satunya ruangan yang ada, terbaring arca seekor lembu jantan dalam sikap merdeka dengan panjang kurang lebih 2 m. Disudut belakangnya terdapat arca dewa candra yang bermata tiga berdiri di atas kereta yang ditarik 10 ekor kuda. Surya berdiri diatas kereta yang ditarik 7 ekor kuda.
o Candi Angsa
Candi ini berisi 1ruangan yang tak terisi apapun. Luas dasarnya 13m2 dan tingginya 22 m. Mungkin ruangan ini hanya dipakai untuk kandang angsa hewan yang biasa dikendarai brahma.
o Candi Garuda
Bentuk ukuran serta hiasan dindingnya sama dengan candi angsa. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada terdapat arca kecil yang berwujud seekor garuda di atas seekor naga. Garuda adalah kendaraan wisnu.
o Candi Apit
Luas dasarnya 6m2 dengan tinggi 16m. Ruangnya kosong mungkin candi ini dipergunakan untuk bersemedi sebelum memasuki candi – candi induk. Karena keindahannya mungkin digunakan untuk menanam estetikan dalam komplek percandian.

o Candi Kelir
Luas dasarnya 1,55m2 dengan tinggi 4,10m. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk. Fungsinya sebagai penolak.
o Candi Sudut
Ukuran candi – candi ini sama dengan Candi Kelir.
Title: Candi Prambanan; Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment